Monthly Archives: November 2015

Kesinambungan Bisnis dan Dinosaurus

Business Sustainability atau bisa disebut Kesinambungan Bisnis.

Saya terinspirasi satu tayangan Discovery Channel tentang kisah penciptaan gedung pencakar langit. Dari perhitungan kekuatan struktur, kondisi infrastruktur perpipaan, listrik, lift, perkabelan saat ini, Empire State Building diperkirakan akan bertahan 100 tahun lagi, dengan pemeliharaan intensif. Adalah kenyataan bahwa semua hasil kreasi manusia dibatasi oleh satu hal, waktu. Sebagai hasil idea manusia, apakah perusahaan juga demikian? Apakah pembatasnya adalah usia, sama dengan gedung, atau ciptaan manusia lain seperti mobil, pesawat? Memang kita masih bisa menyaksikan Piramid atau Borobudur, tetapi sekedar monumen saja sekarang.

Sebenarnya, berlainan dengan barang fisik ciptaan manusia yang lain, teorinya perusahaan merupakan kumpulan aktivitas yang dilakukan oleh asset yang bisa diperbaharui. Misalnya pekerja yang menua akan pensiun dan alat produksi yang usang akan diganti, bahkan rencana dan strategi yang out of date bisa diperbaharui. Tetapi kenyataan berbeda, hanya sedikit perusahaan ternyata yang bisa bertahan dalam beberapa generasi. Adakah anda mengenal perusahaan yang berumur lebih dari 100 tahun? 500 tahun? Bagaimana mereka bertahan?

Kalau dilihat, perusahaan di atas 100 tahun adalah sedikit sisa dari abad revolusi industri, Ford, AT&T, GE, Exxon. Tetapi sisa-sisa perusahaan peninggalan abad 19 yang masih bertahan itu kebanyakan sudah tampil wajah yang sangat berbeda, AT&T misalnya (American Telephone & Telegraph), dimana bisnis telegraph-nya sekarang? GE (General Electric) malahan mulai ber-metamorfosis menjadi bisnis jasa, TV dan lembaga keuangan.

Daftar Fortune 500 sendiri, selalu berubah dari sejak dimulai tahun 1955 sampai sekarang, dan 10, 20, 30, 100 tahun lagi, kalau masih ada. Kebanyakan orang percaya bahwa nanti dunia akan sangat berbeda 100 atau 200 tahun lagi. Sadar atau tidak, kita disuruh percaya pada skenario dunia masa depan yang dibuat Steven Spielberg atau sutradara Hollywood lain. Pada saat itu, dimanakah Fortune 500 kita saat ini akan berada? Siapa yang bertahan dan kenapa mereka bertahan?

Teknologi: Garis Pembatas

Ketatnya persaingan dan salah manajemen memang membuat perusahaan menurun, tetapi sebetulnya tidak selalu sampai bubar kalau tidak sangat parah. Secara makro, faktor paling kejam sebenarnya perubahan radikal yang terjadi dalam bisnis, dan teknologi memegang peran terbesar dalam hal ini. Makin radikal perubahan teknologi (disruptive technology), membuat perusahaan yang tidak dapat beradaptasi tidak akan bisa bertahan lama.

Teknologi senjata adalah contoh yang sederhana. Pada awal bisnis mungkin orang bisa 1 juta tahun menjual kapak batu, 5.000 tahun berbisnis pedang besi, ratusan tahun berbisnis mesiu dan mungkin 50 tahun lagi tentara dengan peluru tajam akan jadi bahan tertawaan musuhnya karena senjata sinar laser, misalnya.

Saat ini kita memang masih bisa merasakan sisa-sisa bisnis telegram, telex, pager, tetapi siapa menjamin anak atau cucu anda nanti masih mengenal dua macam surat, satu dengan perangko dan satu lagi dengan menekan tombol send? Pada akhirnya kita akan menemukan banyak perusahaan yang berbasis teknologi masa lalu di museum.

Kita sedang menyaksikan perkembangan teknologi telekomunikasi yang luar biasa; standard yang belum lagi mature sudah tergantikan dengan yang baru misalnya AMPS, GSM, CDMA, WAP, GPRS, 2G, 3G, Wimax, 4G/LTE. Berapa banyak perusahaan jadi korban perang teknologi ini? Perusahaan sebesar Telkom sangat menyadari bahwa teknologi internet dan variasinya secara luas merupakan disruptive technology bagi mereka.

Industri software yang baru berumur 30 an tahun sudah menjadi kuburan bagi ribuan perusahaan. Software dibuat untuk masa yang makin pendek saja. Siapa mau memakai Windows XP lagi tahun 2020, sekarang saja sudah jarang? Sebenarnya jadi tak relevan membuat software yang bertahan puluhan tahun karena makin cepat kita mengganti, dalam bilangan tahun bahkan bulan. Mungkin hanya bisnis pakaian yang termasuk abadi, mode selalu berputar. Bahkan yang selalu populer saat ini kurang lebih mirip pakaian saat awal jaman purba, serba terbuka dan minimalis.

Belajar dari bisnis kapak batu sudah habis berlalu jutaan tahun lalu, seharusnya perusahaan berbasis teknologi menyadari bahwa masa mereka adalah sangat terbatas. Pada saatnya akan tiba di mana mereka harus berubah 180 derajat, memulai lagi dari titik nol. Ilustrasi di komputer adalah tombol reset, yang sekarang rasanya semakin sering ditekan.

Entrepreneur: Perusak Tatanan Bisnis?

Joseph Schumpeter, seorang ekonom menyatakan adanya creative destruction, yang dibuat oleh entrepreneur-inovator, yang membuat idea dan teknologi lama menjadi usang. Creative destruction ini menjadi ironi, karena diakibatkan terutama sistem kapitalis itu sendiri. Hal ini akan sulit muncul di sistem yang yang dikontrol ketat pemerintah, dan menuju sosialis.

Sejarah telah mengajarkan bahwa kekuatan-kekuatan baru inovasi dipadukan dengan kegilaan dan keberuntungan yang dimiliki entrepreneur seperti Steve Jobs, Bill Gates, Larry Ellison, Jeff Bezos adalah penantang serius raksasa sekelas IBM, DEC, Barnes and Noble. IBM sendiri sudah mempunyai sejarah yang panjang sebagai perubah, sejak jaman Tom Watson. Jauh sebelum itu kita mengenal masa kejayaan penemu seperti Thomas Alva Edison, insinyur seperti Henry Ford, yang tanpa kemampuan entrepreneurship mungkin tidak menjadi apa-apa. Kalau anda ingin menjadi seperti mereka, pelajarannya adalah ciptakanlah sesuatu yang inovatif, revolusioner dengan momentum yang tepat.

Hanya saja, saat ini kalau anda memulai menjalankan usaha, membuat bisnis plan detail 5 tahun akan menjadi bahan tertawaan. Sekarang, mungkin perusahaan paling lama membuat rencana detail 1 tahun, dan kecenderungannya makin pendek. Apakah nantinya hanya akan bertahan 1 bulan atau bahkan satu minggu saja? Yang jelas perusahaan yang makin fleksibel merubah diri akan punya peluang lebih besar untuk bertahan. Akibatnya adalah, rasanya berbisnis makin lama makin sulit sekarang, makin penuh dengan ketidakpastian, yang bagi mayoritas orang akan terasa tidak nyaman. Tapi mungkin tidak bagi entrepreneur sejati.

Di sinilah saya terpikir soal Dinosaurus. Kebanyakan dari kita menganggap Dinosaurus adalah makhluk malang yang sudah punah, tapi saya pikir di sisi waktu mereka itu cukup beruntung. Selama ratusan juta tahun (katanya) mereka bisa hidup dengan cara yang sama dan sederhana. Kita berpikir soal satu tahun ke depan saja sudah sulit, dan harus semakin pusing memikirkan persaingan, politik, gosip, pajak dan hal lain yang sebenarnya mungkin tidak kita sukai.

 

Oleh: Betha Morrison

Teknologi dan Jalan Sunyi Seorang Samurai

“Allow your heart to remain at ease, and destiny will lead the way to accord with others – The Way of Samurai”

 

Kematian itu harus dibuat indah dan bermakna, kalau itu memang harus terjadi. Demikianlah pesan dari Katsumoto, pemimpin kelompok samurai terakhir Jepang dalam film epik yang dibintangi Tom Cruise, The Last Samurai. Saya akan berbicara soal kematian yang sama untuk produk Anda. Dan itu harus terjadi, maka sebaiknya Anda siap.

 

Jika Anda pernah membaca novel seperti Musashi dan Taiko karya Eiji Yoshikawa, Anda akan lebih memahami alur cerita dalam film ini. Samurai adalah produk ribuan tahun dari tradisi Jepang, dengan semua budaya khas yang melekat. Ketika saatnya datang perubahan, teknologi baru dengan senjata api, senapan mesin, dan meriam mulai membuat peran samurai berpedang dan panah menjadi terpinggirkan dan menghilang. Alkisah, adalah Kapten Nathan Algren (Tom Cruise) yang datang ke Jepang tahun 1876 untuk melatih prajurit Jepang yang baru memakai senjata api. Dia terlibat pertempuran pertamanya untuk memusnahkan kelompok samurai pemberontak pimpinan Katsumoto.
Sejatinya, Katsumoto adalah guru kaisar yang disingkirkan oleh kedatangan orang Barat yang membawa teknologi senjata baru. Dan karena pasukan Algren belum siap, babak pertama ia kalah oleh pasukan samurai, sehingga tertawan. Akan tetapi, itulah saat titik balik Algren. Ia menjadi mencintai jalan samurai dan berbalik membela Katsumoto, walaupun ia sadar bahwa peluang untuk menang adalah mustahil. Selama musim salju, sebagai tawanan yang bebas bergaul, Algren belajar tentang jalan samurai, dan dia merasa kebahagiaan hidupnya ada di situ.

 

Algren tahu bahwa pembelaannya terhadap kelompok itu hanyalah urusan sentimentil, bahkan untuk berperang melawan temannya sesama pelatih pasukan Jepang. Sebab, katanya, “… they want to destroy something that I have come to love.” Katsumoto pun tahu bahwa era samurainya sudah akan berakhir dan dia meminta Algren untuk membantu merencanakan kematiannya. Setelah salju terakhir mencair, jalan ke perkampungan mereka akan terbuka untuk musuh dan itulah saatnya.
  • Tidak hanya manusia dan segenap makhluk hidup yang akan mati, produk juga punya siklus kehidupan yang sama. Produk teknologi bahkan ibarat ksatria yang selalu berada dalam pertempuran keras, bahaya kematian akan lebih terasa dan bisa sangat cepat. Dibandingkan dengan produk konsumen seperti mi instan, misalnya, produk elektronik begitu cepat usang dan persaingan ibarat pertempuran mati-matian.
  • Jika Anda gagal merencanakan kematian produk Anda, maka bahaya kematian justru akan mengancam perusahaan Anda. Meramalkan kematian produk Anda berarti menyiapkan penggantinya, atau pesaing yang melakukannya. Bahkan secara ekstrem, hal yang perlu Anda lakukan setelah peluncuran produk terbaru Anda adalah merencanakan saat akhirnya. Sebab, saat itu juga pesaing Anda pasti sedang merencanakannya. Jangan biarkan mereka berhasil melakukannya.
Itulah mengapa Anda jangan menjadi seperti Katsumoto dan kelompok samurai terakhirnya. Mereka memang tidak merasa siap menghadapi perubahan zaman. Daripada hidup dengan tidak bisa memandang matahari, mereka memilih menyerahkan nyawanya seperti jalan samurai yang dianutnya. Sebuah film yang indah, walau menyedihkan.

Kematian yang Indah?

Kalau bicara e-mail, kita bisa menoleh ke belakang, mulai dari sejarah komunikasi jarak jauh dengan kode asap, isyarat bunyi, kuda pos, pos modern, faksimile, dan e-mail. Sebenarnya peringatan akan “kematian” surat pos sudah dimulai sejak adanya telegram, telepon, faksimile, dan, apalagi, e-mail. Itu masih ditambah serangan dari SMS, MMS, Instant Messaging yang kini malahan lebih praktis daripada e-mail.

 

Kalau meredefinisi bisnis pos, maka yang akan tersisa hanyalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengiriman fisik. Segala sesuatu yang bisa dikodekan secara digital dan dikirimkan secara virtual, cenderung tidak akan dikirim dengan kertas lagi yang fisiknya perlu waktu lama untuk sampai. Bisnis pager adalah kasus yang serupa. Bagi pelaku bisnis pager, di seluruh dunia, adalah menyakitkan melihat begitu cepatnya bisnis itu surut. Sebagai produk teknologi tinggi, sebenarnya ini adalah hal yang wajar. Kedatangan SMS ternyata bisa menghabisi bisnis pager dalam masa kurang dari tiga tahun.

 

Produk otomotif mungkin sedikit berbeda, tetapi berkeras mempertahankan produksi di saat penjualan menurun terus-menerus hanya akan membuat produsen hidup dengan masa lalu. VW Beetle atau VW kodok, misalnya, memang bisa merentang masa kejayaan yang 40 tahun sebelum benar-benar diakhiri, dan menjadi legenda. Selain itu, sekarang tidak ada model yang bertahan lebih dari lima tahun tanpa perubahan.

 

Produk perangkat lunak bahkan sudah mempunyai ritual khusus yang rata-rata dua tahunan, versi baru yang mengakhiri riwayat produk lama. Perangkat lunak Microsoft Windows, misalnya, mulai dari Windows 95, Windows 98, Windows 2000, Windows XP, Windows Vista adalah seri produk yang mengakhiri dominasi produk sebelumnya. Salah satunya karena keteraturan inilah Microsoft sulit untuk dikalahkan. Dalam sejarah, kita bisa membaca bagaimana dengan dinginnya Microsoft berhasil menguburkan pesaingnya seperti OS/2, Lotus 123, WordPerfect, Netscape Navigator, dan pastilah ratusan nama lain yang tidak dikenal.

 

Intel telah membuat bisnis mikroprosesor sebagai bisnis yang luar biasa, dan sekaligus membuat daur hidup yang singkat pada produk-produk PC secara umum. Persaingan dengan AMD, dan kini Transmeta, membuat konsumen kelelahan sendiri kalau mau mengikuti semua upgrade yang ditawarkan pasar.

 

Pertarungan yang lebih kejam terjadi di pasar ponsel. Menurut Anda, berapa umur rata-rata satu model ponsel? Bisa jadi Anda termasuk orang yang berganti ponsel baru lebih sering daripada berganti sepatu baru. Nokia dapat merebut dan mendominasi pasar dengan keberaniannya mengeluarkan model-model baru dalam waktu cepat, yang berarti menamatkan riwayat produk-produknya sendiri yang bahkan umurnya kurang dari satu tahun. Semua vendor ponsel sekarang melakukan hal yang sama.

 

Bagaimana dengan produk-produk perusahaan Anda? Tentu Anda tidak berpikir bisa hidup selamanya dengan itu, bukan? Produk ibarat pasukan yang dikirim ke medan perang. Kita bisa menang jika pasukan banyak, tetapi musuh dengan senjata lebih baik akan mudah mengalahkan kita walau jumlahnya lebih sedikit. Walaupun Anda menguasai pasar, apalagi berbisnis yang lekat dengan teknologi tinggi, dalam sekejap semua bisa habis jika ada pesaing baru dengan teknologi selangkah lebih maju. Seperti pasukan samurai berkuda berpedang dan berpanah Katsumoto yang dihabisi dalam sekejap dengan senapan mesin Gattling-nya pasukan kerajaan.

 

Jadi, lakukan prosesi kematian produk Anda jika memang sudah waktunya, sebelum pesaing melakukannya tanpa Anda siap, seperti Katsumoto merencanakan kematiannya. Namun, Katsumoto adalah produk, dia tidak ada pilihan lain. Dan jangan menunggu sampai salju terakhir mencair. Jika sudah, maka kenangan akan tetap ada, seperti dialog terakhir dalam The Last Samurai. Kaisar bertanya kepada Algren dengan bahasa Inggrisnya yang patah-patah, “Soal Katsumoto, kamu bersama dia saat-saat terakhir? Ceritakan bagaimana dia mati.” Algren menjawab…

“…Hamba akan bercerita bagaimana dia hidup…”

Oleh: Betha Morrison

Sebagian Tentang Al-Quran

Tahukah Anda? Al-Quran Itu Ada:

S : Berapa jumlah Surah dlm al-Quran?
J : 114 Surah
S : Berapa jumlah Juz dlm al-Quran?
J : 30 Juz
S : Berapa jumlah Hizb dlm al-Quran?
J : 60 Hizb
S : Berapa jumlah Ayat dlm al-Quran?
J : 6666 Ayat
S : Berapa jumlah Kata dlm al-Quran dan Berapa Jumlah Hurufnya?
J : 77437 Kata, atau 77439 Kata dan 320670 Huruf
S : Siapa Malaikat yang disebut dlm al-Quran?,
J : Jibril, Mikail, Malik, Malakulmaut, Harut, Marut, Al-Hafazoh, Al-Kiromulkatibun HamalatulArsy, dll.
S : Berapa Jumlah Sajdah (ayat Sujud) dlm al-Quran?
J : 14 Sajdah
S : Berapa Jumlah para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : 25 Nabi
S : Berapa Jumlah Surah Madaniyah dlm al-Quran?, sebutkan.
J : 28 Surah, al-Baqoroh, al-Imron, al-Nisa” al-Maidah, al-Anfal, al-Tawbah, al-Ra’d, al-Haj, al-Nur, al-Ahzab, Muhammad, al-Fath, al-Hujurat, al-Rahman, al-Hadid, al-Mujadilah, al-Hasyr, al-Mumtahanah, al-Shaf, al-Jum’ah, al-Munafiqun, al-Taghabun, al-Thalaq, al-Tahrim, al-Insan, al-Bayinah, al-Zalzalah, al-Nashr.
S : Berapa Jumlah Surah Makiyah dlm al-Quran? sebutkan.
J : 86 Surat, selain surah tersebut di atas.
S : Berapa Jumlah Surah yg dimulai dgn huruf dlm al-Quran?
J : 29 Surah.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Makiyyah?, sebutkan 10 saja.
J : Surah Makiyyah adalah Surah yg diturunkan di Makkah sebelum Hijrah, seperti: al-An’am, al-Araf, al-Shaffat, al-Isra’, al-Naml, al-Waqi’ah, al-Haqqah, al-Jin, al-Muzammil, al-Falaq.
S : Apakah yg dimaksud dgn Surah Madaniyyah? sebutkan lima saja?
J : Surah Madaniyah adalah Surah yg diturunkan di Madinah setelah Hijrah, seperti: al-Baqarah, al-Imran, al-Anfal, al-Tawbah, al-Haj.
S : Siapakah nama para Nabi yg disebut dlm Al-Quran?
J : Adam, Nuh, Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub, Musa, Isa, Ayub, Yunus, Harun, Dawud, Sulaiman, Yusuf, Zakaria, Yahya, Ilyas, Alyasa’, Luth, Hud, Saleh, ZulKifli, Syuaib, Idris, Muhammad Saw.
S : Siapakah satu-satunya nama wanita yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Maryam binti Imran.
S : Siapakah satu-satunya nama Sahabat yg disebut namanya dlm al-Quran?
J : Zaid bin Haritsah. Rujuk dlm surah Al Ahzab ayat 37.
S : Apakah nama Surah yg tanpa Basmalah?
J : Surah at-Tawbah.
S : Apakah nama Surah yg memiliki dua Basmalah?
J : Surah al-Naml.
S : Apakah nama Surah yg bernilai seperempat al-Quran?
J : Surah al-Kafirun.
S : Apakah nama Surah yg bernilai sepertiga al-Quran?
J : Surah al-Ikhlas
S : Apakah nama Surah yg menyelamatkan dari siksa Qubur?
J : Surah al-Mulk
S : Apakah nama Surah yg apabila dibaca pada hari Jum’at akan menerangi sepanjang pekan?
J : Surah al-Khafi
S : Apakah ayat yg paling Agung dan dlm Surah apa?
J : Ayat Kursi, dlm Surah al-Baqarah ayat No.255
S : Apakah nama Surah yg paling Agung dan berapa jumlah ayatnya?
J : Surah al-Fatihah, tujuh ayat.
S : Apakah ayat yg paling bijak dan dlm surah apa?
J : Firman Allah Swt :” Barang siapa yg melakukan kebaikan sebesar biji sawi ia akan lihat, Barang siapa melakukan kejahatan sebesar biji sawi ia akan lihat.. (Surah al-Zalzalah ayat 7-8)
S : Apakah nama Surah yg ada dua sajdahnya?
J : Surah al-Haj ayat 18 dan ayat 77.
S : Pada Kata apakah pertengahan al-Quran itu di Surah apa? ayat no Berapa?
J : وليتلطف Surah al-Kahfi ayat No. 19.
S : Ayat apakah bila dibaca setiap habis Sholat Fardhu dpt mengantarkannya masuk ke dalam surga?
J : Ayat Kursi.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 31 kali dlm satu Surah dan di Surah apa?
J : Ayat فبأي آلاء ربكما تكذبانِ ) pada Surah al-Rahman.
S : Ayat apakah yg diulang-ulang sbyk 10 kali dlm satu Surah dan di surah apa? Apakah ayat ini ada juga disebut dlm surah lainnya? Di Surah apa?
J : Ayat (ويل يومئذ للمكذبين) pada Surah al-Mursalat, juga ada dlm Surah al-Muthaffifiin ayat No. 10.
S : Apakah Ayat terpanjang dlm al-Quran? pada Surah apa? Ayat berapa?
J : Ayat No 282 Surah al-Baqarah…

Silakan “Share” agar ilmu ini bermanfaat.

Info diatas dikutip dan diyakini oleh penulis, bukan untuk diyakini semua orang.