Politik Indonesia hingga 2019

Politik Indonesia hingga 2019

  03 May 2019  

Politik Indonesia 2019 – TAHUKAH ANDA ?

©Prabowo tahun 2009 adalah cawapres Megawati.

©Fadli Zon pada Pilkada DKI 2012 adalah jurkam Jokowi-Ahok.

©SBY, mantan menterinya Megawati. Maju nyapres bareng JK, didukung Surya Paloh, nantang Megawati.

©Pilpres berikutnya, JK nyapres bareng Wiranto melawan SBY-Boediono, didukung Aburizal Bakrie yang sekarang lebih akrab dengan Prabowo dan lucunya temenan juga sama Rachmawati, musuh besar pengusaha dan para militer.

©Ratna Sarumpaet, jaman orba adalah musuh Suharto. Sekarang gandeng dengan Prabowo yang disokong penuh keluarga Cendana.

©Anies Baswedan pada 2013 adalah peserta kandidat capres di konvensi
Partai Demokrat.

©Di Pilpres 2014 Anies jadi timses Jokowi-JK, dan sempat masuk kabinet sebagai menteri pendidikan.

© Anies Pengkritik keras kelompok radikal macam FPI melalui gerakan merajut kebangsaan. Sekarang mendekat ke Prabowo, PKS, dan FPI.

©Amien Rais, menentang Megawati jadi presiden, lalu bikin manuver poros tengah naikkan Gus Dur jadi presiden. Di tengah jalan, Gus Dur digulingkan, dan menaikkan Megawati jadi presiden.

©Periode berikutnya, 2004, Amien Rais nyapres melawan SBY dan Prabowo.

©Amien begitu anti dengan Prabowo karena dianggap pelanggar HAM dengan menculik para aktivis. Lho sekarang kok gandeng mesra dengan Prabowo.

©Prabowo yang pada zaman reformasi menjadikan Amien Rais sebagai target yang
harus diamankan oleh Prabowo.

©Ali Mochtar Ngabalin, pilpres 2014 adalah “Die-hard” Prabowo yang paling sengit menyerang Jokowi. Hari ini, bergelayut manja di pelukan Jokowi.

©PKS, gila-gilaan menyerang Prabowo di pilpres 2009 dan Pilkada DKI 2012. Sekarang, asoy geboy dengan Gerindra.

©PDIP & Gerindra pernah mesra sbg oposisi terhadap rezim SBY yang disokong Golkar, PKS dan PAN. Sekarang? Tau sendirilah.

©Tjahjo Kumolo dahulu adalah Ketua KNPI zaman Pak Harto dan sekarang bisa menjadi petinggi PDIP orang dekat Megawati.

©Begitu juga dengan PKS, semua juga sudah tahu ceritanya. Para kader gila-gilaan melakukan black campaign menjatuhkan Prabowo pada Pilpres 2009 dan Pilkada DKI 2012. Sekarang, tak terpisahkan.

©Ahmad Dhani dulu geger dengan FPI karena masalah lambang agama, sampe bikin lagu “Laskar Cinta” buat ngejek FPI. Sekarang?

©Surya Paloh (Nasdem), Wiranto (Hanura), SBY (Demokrat), Cahyo Kumolo (PDIP), Letjend Luhut Pangaribuan (orang dekat pak Jokowi), Ruhut Sitompul (Demokrat dan kini sudah keluar), Prabowo (Gerindra), Sutiyoso,Aburizal Bakrie (Golkar), alm. Sutradara Ginting (PDIP) dahulu adalah orang Golkar dan orang dekat pak Harto dan sekarang bisa berseberangan
punya partai sendiri sendiri (ada di kubu pemerintah dan ada juga di
kubu non pemerintah).

©PKS dan Gerindra selama masa SBY adalah musuh bebuyutan, karena Gerindra begitu mesra bersama PDIP (dalam status oposisi), sementara PKS masuk koalisi di Setgab SBY.

©Bahkan sekarang Fadli dan Fahri udah kayak ipin dan upin. Tapi anehnya, Fahri gontok-gontokan dengan PKS yang
para bosnya (Sohibul Iman dan Prabowo) begitu seiya sekata.

Nothing is impossible in this country.

Everything is just a game

Makanya istilahnya adalah berMAIN POLITIK, karena ini hanyalah sebuah perMAINan

Bukan IDEOLOGI dan bukan AGAMA

Dalam POLITIK itu , tidak ada KAWAN SEJATI atau MUSUH ABADI , yang ada adalah kePENTINGan yang ABADI

POLITIK kePENTINGan Jauh meNGALAHKAN IDEOLOGI , PARTAI , Maupun GOLONGAN

Yang dulu menjadi aktifis vokal zaman pak Harto dan zaman SBY sekarang hidup baik menjadi Komisaris di BUMN di era sekarang.

Mari KITA2 Yang RAKYAT BIASA & Orang KECIL Ini INGAT Bahwa POLITIK itu perMAINan yg DINAMIS

Jangan Pernah Korbankan Teman , Tetangga , Sahabat , Saudara Hanya Karena berBeda Pilihan POLITIIK.

Yang wajar wajar aja lah, ga perlu emosional.

Mereka yang diatas ketawa-ketiwi aja ngeliat ~kita berdebat kusir,
~left group,
~dikeluarkan dari grup,
~delete friends di media sosial,
~bertengkar/berdebat di media sosial dan di dunia nyata,
~menghabiskan energi dengan saling mencela pilihan orang lain.

Tak perlu memusuhi kawan dan kerabatmu yang berbeda pilihan capresnya.

Para elit politik itu bisa gonta-ganti pasangan politik seenak udelnya sendiri , mereka yang tadinya musuh bisa jadi kawan atau sebaliknya.

Sementara kalian sudah terlanjur memutus persahabatan bahkan persaudaraan demi junjungan politisi kalian.

Mereka mendapat kekuasaan , kalian kehilangan perSahabatan.

Ingatlah , kalo HidupMu Susah yg meNolong itu bukan para Elite POLITIK diAtas Sana , Tapi KawanMu , TetanggaMu , SahabatMu atau SaudaraMu

Hidup , perTemanan , dan perSahabatan Kita yang telah Lama dan Baik terlalu berHarga untuk diKorbankan demi kePentingan orang lain.

Saat ini semua berawal dari isu sara
(hipnosis psycology komunikasi politik ;
Kata,kalimat,atau cerita yang diulang secara terus menerus dapat mempengaruhi pikiran yang mengakibatkan perubahan,akan persepsi dan menciptakan yang tadinya tidak ada menjadi ada atau sebaliknya)