Tags Posts tagged with "paha"

paha

541

Kita bukan mebahas paha dalam arti sebenarnya atau bagian tubuh. Namun paha adalah identitas baru. Paha adalah kecantikan yang membanggakan. Paha adalah ruang di mana segala belenggu keterpurukan diri mengalami ledakan yang merubah segala kepribadian yang malu-malu, penuh dgn ketidakyakinan & keraguan menjadi sumber bagi segala bentuk penghambaan & kekaguman akan diri sendiri melebihi batas yang bisa dicerna oleh kewarasan.

Paha adalah pusat perhatian yang sangat begitu penting melebihi semua yang ada di dunia ini. Paha adalah awal & sebuah proses transformasi menuju keterbukaan yang lebih besar lagi. Paha menunjukkan jati diri yang meluap-luap, yang mana telah sekian lama dipendam dalam kesakitan yang penuh diam. Paha adalah definisi jiwa, tentang diri, tentang masyarakat, tentang budaya, tentang mulai berubahnya struktur norma & agama. Paha adalah mitos yang penuh kemenangan bagi mereka yang menginginkan pembebasan dari jati diri yang penuh dgn keterasingan. Paha adalah suara bagi jiwa-jiwa yang rapuh. Paha adalah penyelamat bagi perasaan yang rendah diri & tak berguna. Paha adalah kehidupan itu sendiri. Kehidupan yang melebihi Tuhan & segala macam bentuk keyakinan.

Paha adalah irasionalitas yang telah dirasionalkan. Sebuah gerakan baru dalam wajah kebangkitan ekonomi Asia, dimana paha telah melebur bersama orang-orang yang menjiwainya, menjadi agama & baju bagi kulitnya. Pakaian, busana, baju, celana & segala macam penutup tubuh kini telah runtuh, dibuang & sudah tidak memiliki arti yang sangat penting. Paha tidak membutuhkan penutup untuk menujukkan keberadaannya. Ketertutupan paha akan membawa pada malapetaka krisis identitas. Kegusaran yang melebihi pencarian jati diri para intelektual, seniman, agaman, filosof & para intelektual dialami oleh mereka yang kini menemukan dirinya diombang-ambingkan oleh masa yang tidak mereka mengerti. dgn paha mereka akhirnya menemukan identitas & jati diri yang membuat mereka kuat & penuh keyakinan untuk melanjutkan hidup. Paha telah menjadi suatu bentuk keyakinan, masyarakat & negara. Sebuah identitas yang melebihi nasionalisme & agama sekalipun.

Hari ini, kita sdg berada dalam masa yang mana segala bentuk keterbukaan tubuh adalah baik & menenangkan. Inilah apa yang aku sebut masa dimana kelahiran sebuah generasi baru meledak tanpa pernah mau untuk diamati & dicermati. Aku berteriak kepada kalian bahwa generasi baru telah tumbuh. Mereka adalah generasi paha. Generasi yang hidup dgn mengandaikan sebuah bentuk penghargaan yang mendamaikan melalui keterbukaan tubuh & seksualitas.

***

Dulu aku selalu mewanti-wanti akan datangnya sebuah generasi yang aku namakan generasi tanpa baju. Aku mengendusnya jauh-jauh hari sebelum generasi paha begitu merebak & memiliki banyak pengikut seperti sekarang ini. Generasi paha adalah sebuah simptom, gejala bagi munculnya generasi yang lebih terbuka lagi dari pada yang aku lihat hari ini. Generasi paha adalah awal akan datangnya mereka, generasi tanpa baju. Sebuah generasi yang mengindentifikasikan tubuhnya untuk dikonsumsi publik, yang mana disitulah mereka menemukan kegairahan luar biasa untuk hidup & ada.

Ini adalah gerakan sunyi. Gerakan hati nurani yang telah lama hancur & tertekan oleh berbagai macam budaya & aturan yang terasa bagaikan menciutkan diri. Paha adalah identitas baru yang sangat mencerahkan hampir semua wanita yang kini hidup dalam kemakmuran baru yang menggelisahkan. Layaknya alkohol, rokok, operasi plastik, pernak pernik & baju yang mahal. Paha adalah suatu bentuk kegairahan baru yang meneguhkan identitas terkoyak seorang wanita untuk diakui & dimengerti. Paha yang terbuka ternyata menyimpan perasaan & kosongnya hati yang sangat luar biasa. Paha adalah sebentuk alat komunikasi yang merintih ingin dimengerti & dipahami.

Semakin hari aku melihat agama mati di jalan-jalan. Mungkin bagi mereka yang sudah terbiasa dgn ketenangan hati & penyelamatan akan diri sendiri dari segala keburukan zaman akan buta akan fenomena saat ini. Akhirnya agama telah menjadi kerangkeng akan realitas sosial yang ada. Mereka yang menyebut dirinya beragama telah membutakan diri sendiri hanya untuk mencari kebaikan diri sendiri. Tapi siapa yang tidak melihat hampir di semua tempat akan suatu gerakan baru yang kini semakin meluas ini? Sebuah gerakan sunyi yang secara nyata membuat agama tampak kotor & omong kosong. Bagi mereka, agama tidak memberikan jawaban hingga mereka lebih ingin meneguhkan diri dgn keterbukaan tubuhnya walau dgn sangat perlahan namun pasti. Lihat! siapa orang yang benar-benar merasa & mengklaim bahwa ini era kebangkitan agama?! Tidakkah hampir di semua ruang publik agama telah benar-benar hampir rubuh? Kita telah melihat suatu kelahiran agama sipil yang baru. Agama yang muncul dari kegelisahan yang dangkal & tak tentu arah.

Inilah era generasi paha. Sebuah era yang mana esensi kehidupan bukan ditentukan atas dasar keyakinan akan Tuhan & agamanya. Sebuah era yang tidak hanya menjadi ladang pembantaian para calon intelektual tapi juga era yang mana identitas hidup tidak lagi mengacu pada apa yang ada di luar & sulit dijangkau.

***

Di mana-mana aku melihat paha. Ada yang putih, coklat, sawo, kuning & berbagai macam lainnya, dari yang sangat halus sampai yang berbintik. Kebanyakan yang wanita yang aku lihat hari ini mengenakan celana pendek yang bahkan banyak yang mirip dgn celana dalam. Setelah entah berapa ratus kali aku menemukan kaum wanita yang membawa piyama atau baju tidur ke ruang publik, kini aku melihat celana dalam yang berkain katun, wol atau jeans dgn penuh keyakinan dikenakan dgn sangat leluasa & penuh kebahagian. Kebanyakan dari mereka cantik & tak jarang pula sangat cantik. Gaya hidup mereka pun kini sangat mencolok mengikuti apa yang sering aku lihat di kota-kota besar & wanita-wanita lainnya yang berasal dari kota metropolitan.

Gaya berbusana (fashion) mereka, instrumen elektronik, pernak pernik, & dari mulai gaya rambut sampai kaca mata pun sudah tak nampak mirip orang-orang yang hidup dalam lingkungan pedesaan, sub-urban, bahkan lebih kental dgn rural atau kedesaannya kini telah pelan-pelan ingin menegaskan dirinya menjadi urban dalam wilayah tubuh dari pada infrastruktur kota, tata kelola pemerintahan, atau pembinaan sistem pendidikan & pemajuan dalam hal ekonomi terlebih yang berkaitan dgn pertanian atau mendorong adanya industrialisasi.

Walaupun begitu aku mengakui, ada geliat baru pertumbuhan ekonomi yang sdg tumbuh dgn adanya kelas menengah baru di sekitar kota ini. Dalam wilayah tubuh, hal ini aku lihat sangat terang-terangan & begitu masif. sdg di kota-kota besar hal itu adalah suatu bentuk ledakan emosial yang sangat luar biasa. Suatu pelepasan diri yang sangat menyenangkan & bahkan menenangkan. Generasi paha telah tumbuh besar & mempunyai banyak pengikut dari mulai kota-kota besar sampai pelosok pelosok desa. Menyingkirkan semua agama & norma yang ada.

Ketika aku di mall aku melihat paha. Ketika aku di jalan aku melihat paha. Ketika sdg ingin makan aku lihat paha juga. Ingin pulang ke kos maupun dalam perjalan pulang ke rumah aku lihat paha. Ingin ke tempat ibadah pun aku melihat paha. Di tempat-tempat ibadah bahkan kampus pun aku melihat paha. Di kereta api, stasiun, parkiran & di gang-gang pun aku melihat paha & paha. Sehari tanpa paha hanya bisa dilakoni ketika aku ada di kamar membaca buku & tidak melihat TV sama sekali. Di bioskop pun paha tidak ketinggalan menunjukkan keberadaannya, bahkan di toko buku pun kini telah di dominasi oleh paha, & sayangnya paha-paha ini jarang sekali menengok buku buku sosial, politik, seni,sastra, agama, apalagi filsafat. Baliho, koran, video musik & game semuanya telah dikuasai oleh paha.

Paha kini sdg mendominasi hampir semua lini. Memonopoli hampir semua ruang & tempat. Dari bangku sekolah sampai kantor pemerintah. Dari acara radio sampai pembawa berita & dunia hiburan tak luput dari gerakan yang bernama paha ini. Iya, generasi paha kini telah membanjiri hampir semua yang ada di negara ini.

Setelah generasi paha terasa sukses menyingkirkan para pemeluk agama yang paling taat dari ruang publik, mereka juga telah dgn sangat telak menghapus para calon intelektual yang kini aku kategorikan terancam punah. Buku adalah hal yang paling sangat jarang aku temui di ruang publik. Apakah orang seperti aku sendiri adalah salah satu yang langka & hampir punah di negara ini? Bersama para pecinta buku lainnya, aku merasakan semakin susahnya menemukan mereka di jalan-jalan, di restoran atau kantin, di kampus, di mall & lain sebagainya. Apakah buku hanya boleh berada di tas, di kamar, di kelas-kelas, perpustakaan, toko buku & di perlombaan olimpiade sains saja? Paling banter aku lihat mereka memegang buku hanya karena membuat tugas atau laporan saja.

Orang seakan malu untuk membaca di tempat umum atau hanya sekedar memegang buku karena kemungkinan besar bagi mereka, buku adalah aib terbesar di zaman ini & tentunya buku bukanlah jalan pintas yang mereka butuhkan. Hal yang sungguh luar biasa adalah tidak malunya mereka ketika berjalan keluar dgn pahanya yang sangat terpapar oleh mata mata yang lewat. Buku bukanlah kebanggaan, tapi pahalah sumber identitas yang sangat mencerahkan. Buku adalah kegelapan & paha adalah terang yang sangat membahagiakan. Tidakkah ini era di mana para intelektual adalah orang yang tinggal dihitung jari saja? Individu-individu yang sebentar lagi berada di tepian dari arus sungai yang besar. Individu-individu yang terancam punah.

Paha sudah hampir menang. Segala sesuatu yang instan & semu hampir berkuasa di semua lini. Ketika di semua tempat kini kita menyaksikan paha berada di mana-mana. Mungkin kita perlu merenung & bertanya sebentar barangkali? Apakah agama sudah hampir tidak bisa menenangkan & mendamaikan? Apakah orang yang idealis & serius atau para intelektual sudah susah untuk ditemukan? Generasi paha telah menjawab zaman ini dgn penuh keyakinan bahwa dunia tubuhlah yang paling penting dari keyakinan maupun gagasan/pikiran.

Generasi paha adalah generasi yang menemukan obat penenang dari segala macam kegelisahan yang mana mereka bertumpu pada dirinya sendiri dgn berpandangan bahwa publik akan menghargai keterbukaan tubuh mereka sehingga dari situlah mereka mendapatkan suatu ketenangan & keberadaan yang selama ini mereka cari. Paha adalah simbol dari keyakinan diri baru walaupun itu berasal dari jiwa yang sakit, dangkal & hampa. Walau aku tahu, kini paha mencoba untuk bersanding dgn intelektualisme, menyulut sumbu bagi ledakan yang berikutnya. Halo PKS… Apa kabar paha kalian?

Generasi Paha antara personifikasi dan filsafat.

Authors

91 POSTS0 COMMENTS