Tag Archives: planet

Ulas Filem: Dawn of the Planet of the Apes (2014)

Ini adalah filem bagus untuk ditonton di tahun 2014 ini. Kita akan mengulas tentang filem Dawn of the Planet of the Apes (2014) yang bisa ditonton dan memberikan kepuasan tersendiri. Filem ini sudah hadir bajakannya loh versi dvd dan beserta subtitle bahasa Indonesia nya sekarang ! Bisa di download dari berbagai source seperti Indowebster dan website lainnya beserta torrent source kesukaan kamu. Film tentang makhluk primata seperti monyet. Dawn of the Planet of the Apes menjadi bukti terbaru bagaimana sebuah film dgn status blockbuster yang hadir di periode summertime tetap mampu atau dapat memberikan hiburan yang menyenangkan tanpa harus secara total mengesampingkan substance demi style, tanpa perlu mengorbankan dirinya untuk tampil kelewat “bodoh” agar dapat menyenangkan penontonnya. Tidak perlu penjelasan panjang lebar di paragraf pembuka ini, it’s surely this year one of the best so far. Welcome to “modern” blockbuster era btw. Dawn of the Planet of the Apes, a very good humanity message from simple friction between humans and speaking monkeys. Engaging.

Virus yang dicanangkan oleh boss Will (James Franco) itu ternyata benar-benar terwujud, peradaban manusia kemudian rusak akibat virus ALZ-113 yang juga membawa dampak buruk yang jauh lebih besar. Kini kekuasaan manusia mulai digantikan oleh para Apes yang di kota San Fransisco dibawah komando simpanse karismatik, Caesar (Andy Serkis), telah memperkuat habitat & juga wilayah kekuasaan mereka di Muir Woods, lokasi yang celakanya juga menjadi tempat dimana bendungan yang dapat menjadi sumber daya bagi jaringan listrik seluruh kota berada.

Hal tersebut yang menjadi kendala bagi Malcolm (Jason Clarke), yang bersama Ellie (Keri Russell), Alexander (Kodi Smit-McPhee) serta beberapa rekan lainnya ditugaskan oleh pria bernama Dreyfus (Gary Oldman) untuk masuk kedalam hutan & kemudian mengaktifkan kembali bendungan tersebut. Caesar, Koba (Toby Kebbell), & beberapa sosok penting kawanan Apes lainnya pada dasarnya juga ingin menjaga perdamaian, namun sayangnya hadirnya faksi lain dgn tujuan yang berbeda membawa cobaan bagi komitmen terhadap perdamaian yang mereka ciptakan sebelumnya itu.

Dawn of the Planet of the Apes adalah film bunglon, ia punya berbagai warna cerita yang berhasil ditampikan dgn baik & seimbang di dalam satu kemasan, & kombinasi diantara mereka terasa variatif serta menyegarkan. Ini pada dasarnya masih merupakan sebuah film tentang perang dimana cerita yang ditulis oleh Mark Bomback, Rick Jaffa, & Amanda Silver tetap mengacu pada tujuan utama karakter untuk menyelamatkan dunia, tapi yang menarik adalah ia tidak serta merta dgn frontal menunjukkan misinya tersebut dgn berbagai ledakan & aksi heroik yang menyesakkan layar. Matt Reeves menjadikan film ini lebih kepada permainan perasaan bagi para penontonnya, bercerita tentang kehancuran tanpa harus menghancurkan sejenak kerja otak dari para penontonnya.

Ini yang terasa berani karena dgn budget yang terhitung besar sejak awal hingga menjelang showdown di bagian akhir yang kelak akan terasa seperti sebuah grandprize itu kesan sederhana tidak pernah lepas dari Dawn of the Planet of the Apes. Tanpa rasa takut penonton lebih sering di buat untuk menunggu disini tapi dalam situasi yang positif, tidak membawa mereka kedalam petualangan yang bergerak cepat dgn oktan tinggi, secara perlahan & tidak terburu-buru membangun kembali karakter disertai masalah yang mereka punya (karakter manusia berkembang dgn baik disini), memberikan kedalaman di dua bagian tadi sehingga ketika ia mulai masuk kedalam bagian yang bertugas untuk mengeksploitasi adrenalin para penonton akan memperoleh keseimbangan yang menyenangkan.

Dawn of the Planet of the Apes ternyata ikut menerapkan apa yang pada tahun ini sdg marak dilakukan oleh film-film blockbuster, menyandingkan style & substance dgn manis. Tetap ada elemen otot tapi juga ada otak yang bermain disini, pesan terkait coexist itu tidak hanya digambarkan dgn hadirnya masalah, kehancuran disana-sini, & kemenangan, tapi telah di set untuk dibangun agar dapat menyerap kedalam emosi & empati penontonnya, hal yang pada akhirnya turut menjadikan pesan miliknya semakin kuat. Anda bahkan akan dibuat bingung, siapa yang harus didukung karena tercipta hubungan yang menarik serta kepedulian yang sama besar pada dua sisi perjuangan yang secara cerdas di perlakukan dgn sangat bijaksana oleh Matt Reeves itu.

Tapi tenang, Dawn of the Planet of the Apes tidak serumit yang anda bayangkan setelah membaca bagian di atas tadi. Memang tidak ada ledakan penuh kesibukan skala super besar, cenderung tenang malah, tapi penonton tetap akan memperoleh pengalaman sinematik yang mengesankan disini, sebuah seni CGI yang sangat rinci sehingga menjadikan karakter terasa sangat nyata. Ya, sangat nyata, bahkan ini juga berpotensi sedikit mengganggu mereka yang terlibat terlalu dalam & intim pada cerita, karakter yang believeable serta relationship yang kuat dibalik teknik bercerita yang terkesan sederhana itu menyebabkan masalah yang bertumpu pada persoalan moral tadi tidak pernah berhenti memanfaatkan script kuat yang menopangnya untuk terus bermain-main di layar & juga pikiran penonton.

Apakah tidak ada nilai minus? Ada, Dawn of the Planet of the Apes adalah film segmented. Tidak ekstrim, tapi mereka yang tidak suka dgn film yang menuntut kesabaran & investasi sambil menantikan datangnya babak akhir, ini akan terasa membosankan. Apalagi dinamika yang ia punya juga bukan tipe rollercoaster, lebih kepada tight dalam level stabil sejak awal hingga akhir, berpotensi menjemukan meskipun tetap ditemani dgn visual menarik, berisikan realisme pada kebencian, konfrontasi, ketakutan, ketegangan, kegembiraan, hingga drama yang manis, intim namun tetap intens dgn keseimbangan yang pas pada bagian besar & bagian kecil cerita yang oleh Matt Reeves terus dijaga untuk tidak melewati batas sehingga tidak menimbulkan kesan yang berlebihan.

Dua jempol tentu layak diberikan pada kinerja tim visual efek, tapi tanpa kinerja yang baik dari Andy Serkis serta pemeran Apes lainnya, Dawn of the Planet of the Apes mungkin tidak akan sekuat ini. Para Apes yang memegang kendali utama di film ini berhasil menyajikan sebuah kehidupan & gejolak yang charming & manis, menjadikan karakter mereka berdiri sejajar dgn karakter manusia. Apakah akting pada motion capture dapat berpartisipasi di Oscar? Dan disisi lainnya film ini juga berhasil memperbaiki hal minus pada karakter manusia yang dimiliki oleh Rise of the Planet of the Apes, berkembang tapi dalam kadar yang pas dimana Gary Oldman menjadi scene stealer.

Aspek psikologis

Film fiksi ilmiah Dawn of the Planet of the Apes menonjolkan aspek psikologis lewat hubungan personal antara kera & manusia. Persahabatan dua makhluk dgn sejarah kelam pertikaian di masa lampau itu setahap demi setahap mulai dibangun dgn dasar ”percaya”. Namun, mereka mencapai perdamaian yang rapuh.

Persahabatan tersebut kemudian benar-benar hancur karena provokasi dari seekor kera bernama Koba. Koba digambarkan sebagai sosok provokator yang selalu penuh kecurigaan. Ia menebar kebencian kepada manusia. & ketika seluruh usahanya gagal, Koba pun menempuh cara licik dgn lontaran fitnah. Kekejaman fitnah itu pula yang kemudian memicu perang.

Perbedaan cara pandang Caesar & Koba terhadap manusia bisa dimaklumi dari sejarah panjang perjalanan hidup mereka. Caesar sempat mencicipi kasih sayang manusia, sdg kan Koba hidup dalam siksaan sebagai hewan percobaan. Tak hanya menorehkan luka pada salah satu matanya yang buta, kebencian pun mengakar kuat dalam diri Koba.

Tokoh baik & tokoh jahat ternyata tak hanya muncul di kubu para kera. Pemimpin manusia, Dreyfus (Gary Oldman), misalnya, bernafsu membunuh semua kera demi “balas dendam” atas kematian istri & dua anak laki-lakinya dari virus flu simian. Kebencian serta prasangka itu pula yang menyulut perang tak terelakkan.

Film ini memuat permenungan tentang empati & emosi. Percakapan antara kera & manusia menumbuhkan pergulatan panjang tentang apa itu kemanusiaan. Tentang siapa sesungguhnya kera & siapa pula sejatinya manusia.

Sejak letusan senjata api terjadi, kera & manusia memilih berperang. Mereka bertempur untuk menentukan siapa yang akan muncul sebagai spesies yang akan menguasai bumi. Pertempuran antarspesies yang berbeda, tapi sejatinya sama. (MAWAR KUSUMA/Koran Kompas)

Dawn of the Planet of the Apes
Sutradara: Matt Reevesu
Pemeran: Andy Serkis, Jason Clarke, Gary Oldman, Keri Russell, Toby Kebbellu
Produksi: Chernin Entertainment/ 20th. Century Fox

Overall, Dawn of the Planet of the Apes adalah film yang memuaskan. Dimulai & diakhiri dgn sepasang mata yang konstan menatap tajam kearah penontonnya, Dawn of the Planet of the Apes bukan hanya berhasil menjalankan tugasnya sebagai film blockbuster dgn sajian visual yang memuaskan tapi disisi lain ia juga mampu bercerita dgn sama baiknya. Dari perang, hadir gesekan, terus bertumpu pada pesan moral & perdamaian, ini adalah sebuah kritik atau mungkin tamparan tajam yang dikemas dgn cerdas ditujukan kepada mereka yang masih menganggap perang sebagai sesuatu yang biasa, & moral bukan hal penting lagi dalam dunia modern sekarang ini. So, dimana posisi anda, berada dibawah perilaku para monyet ini, atau berada diatasnya? Jika anda saat ini masih melihat kearah atas, I hope someday you’ll join us. Ulas Filem Dawn of the Planet of the Apes.